Senin, 02 November 2009

PENYEGARAN ROHANI DAN IMAN - dua

Suatu hari :
Seseorang melihat kepompong yang terus menggeliat, namun sang kupu-kupu tak kunjung keluar ....
Maka orang tersebut berniat untuk membantu, dan diambilnya gunting, dan dirobeknya kepompong yang menghambat ...
Lalu sang kupu-kupu pun lepas keluar menembus alam bebas, gembira, merdeka ... namun terbangnya tak bisa tinggi, tak jauh dan tak lama. Sayapnya masih lemah, terlalu dini otot-ototnya menantang angin.
Hingga suatu masa, sang kupu-kupu jatuh terkulai, sayapnya lemas.dia tersungkur ke tanah, terjerembab dan tak mampu bangkit.
Akhirnya ... sang maut datang, seekor anak ayam mematuk dan melumatnya. Sang kupu-kupupun tamat riwayatnya.
Alam memiliki Masa dan Ukuran, menentangNYA, melawan kehendak alam, berarti kita berspekulasi dengan taruhan yang besar, lebih dini belum tentu berarti lebih baik, bantuan yang tidak arif malah akan mengganggu proses kehidupan dan menghilangkan kehidupan sebelum waktunya.

Tidak ada komentar: